Harap diingat, Tidak merokok adalah aksi tunggal yang sangat berarti untuk meningkatkan kesehatan jantung anda
Setelah 15 tahun berhenti merokok, risiko terkena Penyakit Jantung Koroner akan menurun setara dengan resiko orang yang tidak merokok, bagaimana? yuk segera berhenti bagi yang masih. kalo belum pernah jangan coba cobaa yaaa
Bila anda perokok yang kesulitan saat akan berhenti coba carilah bantuan professional dan tanyakan pada lembaga atau tempat kerja anda barangkali pula ada layanan bantuan berhenti merokok. memang berat, tapi pasti bisa demi masa depan yang lebih segar. Setelah 2 tahun berhenti risiko terkena Penyakit Jantung Koroner pun menurun. Ditambah lagi dengan stop merokok atau tidak merokok, Anda akan memperbaiki kesehatan anda dan orang-orang sekitar anda. š
Sayangi jantung kita dengan makan makanan baik dan minum dengan bijak, apa aja sih yang musti kita lakukan. yuk dibaca
Kurangi konsumsi minum manis, soda dan jus buah (dengan gula), sebagai gantinya konsumsi air putih atau jus buah tanpa gula.
Batasi Konsumsi makanan olahan atau kemasan yang tinggi garam, gula dan lemak
Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol
Ganti panganan dan cemilan manis dengan buah segar sebagai alternatif
Konsumsi porsi (sekitar setangkup tangan per porsinya) buah dan sayur per hari: bisa bentuk segar, beku, yang sudah dikeringkan atau yang diawetkan (kalengan)
buat sendiri bekal ke sekolah atau kantor dari rumah
Naaah, udah tau kan apa yang harus dimakan dan diminum, lakukan dengan bijak yaa, mari sayangi jantung kita
Yuk berusaha lebih aktif untuk menjaga kesehatan jantung kita!
Targetkan durasi 30 menit latihan fisik intensitas sedang, dan lakukan 5 X seminggu
Aktivitas fisik apapun seperti bermain, berjalan, maupun membereskan rumah pun bisa dihitung untuk poin pertama.
Tetap bugar walaupun #DiRumahAja. dengan ikuti workout, senam melalui daring atau aktivitas fisik lainnya yang bisa dilakukan sekeluarga
Jika tidak sempat, maka bisa jadwalkan dan targetkan untuk aktivitas fisik intesnsitas berat dalam waktu terpecah pada satu minggu
jadilah lebih aktif setiap hari, seperti menggunakan tangga daripada lift dan berjalan kaki daripada berkendara jika masih mudah dijangku dengan berjalan kaki
unduh aplikasi latihan fisik atau gunakan pedometer untuk melacak kemajuan latihan fisik anda
Yukk sayangi Jantung kita dengan gaya hidup yang lebih aktif selama masih punya kesempatan, lebih baik mencegah dibanding mengobati!
engmas) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berkolaborasi dengan IMANI CARE menggelar pelatihan tanggap darurat yang diperuntukkan bagi 120 guru se-Indonesia. Pelatihan dilakukan secara daring mulai tanggal 7 Agustus ā 12 September 2020.
Kegiatan pengmas yang diketuai dr. Sri Wahdini, M.Biomed, Sp.Ak ini bekerja sama dengan IMANI CARE, sebuah NGO yang bergerak dalam bidang kesehatan, diketuai oleh dr. Ahmad Jamaluddin, MPH. Bertindak sebagai Manajer Pelaksana kegiatan adalah dr. Rahmapuspita, M.Si., serta melibatkan tim dosen FKUI yaitu dr. Nora Sutarina, SpKO dan dr. Ardiana Kusumaningrum, SpMK dan belasan instruktur dari IMANI CARE. Para guru yang mengikuti pelatihan diantaranya berasal dari Aceh Besar, Banyuasin, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Depok, Bandung, Banten, Jombang, Blitar, Bantul, Balikpapan, Kendari, Sumbawa Besar, Lombok, Makassar, hingga Ternate.
Baca selengkapnya di www.ui.ac.id . Sumber : Siaran PersĀ Universitas Indonesia
IMANI CARE bersama IMANI PROKAMI, IDI Jakarta Pusat dan Pegadaian Syariah menyelenggarakan kegiatan bernama Virtual Lifesavers. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 September 2020 dan kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara Virtual atau daring.
Edukasi melalu bentuk pelatihan ini diperuntukkan bagi masyarakat awam agar dapat memahami langkah penanganan pada kegawatdaruratan, tersedak, henti napas dan henti jantung. Peserta diberikan materi bagaimana cara melakukan RJP, penanganan saat tersedak dan melakukan posisi pemulihan.
Kegiatan dibuka oleh Dr. dr. Achamd Zaki, Sp.OT, M.Epid selaku ketua IMANI Prokami, dilanjutkan dengan kuliah BHD – RJP oleh dr. Ahmad Jamaluddin, M.Kes. setelah materi peserta dibagi kedalam 12 grup kecil untuk melaksanakan praktikum dan dipandu prakteknya oleh masing masing instruktur.
Kegiatan ini serentak dilakukan di 5 daerah di Indonesia, dan juga dilaksanakan serentak di 11 negara. Terima Kasih kepada peserta yang telah antusias belajar dan ikut aktif dalam kegiatan, selain itu terima kasih juga kepada Pegadaian Syariah atas dukungannya melaksanakan kegiatan Lifesavers ini
6 September diperingati sebagai Hari Pangan Nasional. Mari Kita Konsumsi Makanan Yang Sehat & Aman Agar Daya Tahan Tubuh Kuat Ada beberapa tips makan bergizi yang dijelaskan oleh dr. Cipuk Muhasawitri, M.Gizi, SpGK
Makan dengan Gizi seimbang
Perbanyak makan sayur dan buah
Minum air 8 gelas sehari
Konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti, ikan, alpukat, minyak zaitun
Hindari makanan dan minuman terlalu manis
Batasi konsumsi makanan mengandung lemak jenuh dan hindari lemak trans
š„š„š„š„š„ _Kejadian kegawat daruratan henti jantung bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja, persiapkan diri anda untuk menjadi penolong sesama dan orang terdekat._
VIRTUAL LIFESAVERS TRAINING 2020 Kolaborasi ini dilakukan serentak di berbagai negara di dunia Kami mengajak rekan-rekan masyarakat awam untuk bergabung dalam komunitas Lifesavers. mempelajari skill bantuan hidup dasar dalam pelatihan #Lifesavers yang akan dilaksanakan secara during dengan menggunakan ZOOM yang akan dipelajari 1. Pertolongan pertama pada henti jantung 2. pertolongan pertama pada choking/ tersedak
Hari/Tanggal : Sabtu, 26 September 2020
Akan ada sertifikat bagi peserta yang aktif dan mengikuti kelas sampai selesai
NOTE: dengan dilakukannya sesi online ini mungkin ada beberapa keadaan yang kurang sesuai dengan simulasi di rumah masing-masing — Pendaftaran : bit.ly/Lifesaver2020
yuk! daftarkan diri anda segera dan ikuti kesempatan terbatas ini
Kolaborasi : IMANI PROKAMI IMANI Care IDI Cab. Jakarta Pusat Pegadaian Syariah
Senin, 7 September 2020 IMANI Care mengantarkan pasien untuk melakukan Tes SWAB yang ke-2 dari Jl. Matraman ke Puskesmas Matraman, Jakarta Timur sebanyak 4 orang (Ayah dan 3 anak)
Setelah pengantaran Ambulans dilakukan Dekontaminasi di AGD Sunter, Jakarta Utara.
Rekening Donasi Bank Syariah Mandiri 7414174177 a.n IMANI Lifesaver Indonesia
Menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dapat menekan kerusakan gigi hingga 80% pada anak-anak, dibandingkan hanya menyikat gigi satu kali sehari. Selamat Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional!
Unilever dan King’s College London merilis sebuah surevi global. Hasil survei yang melibatkanĀ 506 anak dan orangtua dari Indonesia itu menemukan, kebiasaanĀ sikat gigi di malam hariĀ takĀ semata berdampakĀ pada kesehatan gigi dan mulut anak. “Ternyata berpengaruh pada prestasi akademik juga,” ucap drg. Mirah.
Penelitian tersebut menemukan bahwa anak yang tak menyikat gigi di malam hari tercatat dua kali lebih sering absen di sekolah karena sakit. Efek lain yang ditemukan adalah kurangnya percaya diri.
“Anak yang tak sikat gigi di malam hari memiiliki kondisi gigi dan mulut cenderung buruk. Mereka pun diejek teman-teman, sehingga merasa kurang percaya diri,” paparnya.
Tak percaya diri ini juga mengarah pada perasaan rendah diri dan keenganan untuk aktif dalam berbagai kegiatan.
yuk mari biasakan kita dan anak anak untuk rutin menyikat gigi terutama setelah sarapan dan sebelum tidur demi kesehatan gigi yang lebih baik #IMANIcare #HariKesehatanGigiMulutNasional