
Selamat telah menempuh 18 tahun perjuangan untuk terus beramal untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat indonesia yang lebih baik dan bermanfaat.
Terima kasih telah hadir dan tetaplah berjaya dan bermanfaat!!

Selamat telah menempuh 18 tahun perjuangan untuk terus beramal untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat indonesia yang lebih baik dan bermanfaat.
Terima kasih telah hadir dan tetaplah berjaya dan bermanfaat!!



IMANI Care pada bulan September 2020 melakukan beberapa kegiatan, diantara lain :
1. Penyaluran Bantuan Sembako bagi Nakes & Non Nakes Non ASN
2. Standby Siaga Banjir DKI Jakarta
3. Pelayanan Ambulans
4. Penyaluran Bantuan untuk korban banjir bandang di Luwu Utara
5. School Of Volunteer (SOV) Batch V
6. Pelatihan Ambulans bagi Lembaga Sosial
7. Pelatihan Online Relawan Tanggap Darurat (RTD)
8. Lifesavers
Bagi yang ingin membantu untuk kegiatan-kegiatan IMANI Care dapat berdonasi ke
Bank Syariah Mandiri
74141 741 77
an. IMANI Lifesaver Indonesia
konfirmasi 081221822366

Cerebral Palsy adalah disabilitas fisik paling sering pada anak anak, saat ini ada 17 juta orang dengan Cerebral Palsy. Yuk cari tahu apa itu cerebral palsy
Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah gangguan fisik yang menyerang anak dengan berbagai cara, yang memengaruhi gerakan tubuh, kemampuannya untuk mengendalikan otot, koordinasi, refleks, postur, keseimbangan, dan terkadang kemampuannya untuk berkomunikasi. paling sering terjadi kerusakan ketika sebelum kelahiran
Gangguan otak ini sifatnya bisa terjadi sangat parah sehingga membuat anak sulit berjalan, tetapi bisa juga ringan sehingga dampaknya tidak terlalu terlihat jelas bagi sebagian orang. Beberapa anak yang memiliki gangguan ini dapat juga mengidap epilepsi, gangguan pendengaran, kesulitan belajar, masalah penglihatan, dan gangguan intelektual. Sayangnya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan.
Cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan atau cedera pada otak bayi sebelum, selama, atau setelah kelahiran. Namun, penyebab pasti kondisi ini belum diketahui pasti. Dipercaya ada serangkaian peristiwa yang bergabung untuk merusak otak bayi yang sedang berkembang, dan penyebabnya tidak hanya satu.
Kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, rubella dan infeksi virus lain yang menyerang ibu ketika hamil, bayi tidak mendapat cukup oksigen atau nutrisi di dalam rahim, golongan darah yang tidak sesuai dengan ibu, infeksi bakteri pada ibu atau janin, cedera pada otak, pukulan, dan penyakit kuning yang parah setelah bayi dilahirkan bisa menjadi faktor-faktor risiko berkembangnya lumpuh otak pada anak-anak.
Sayangnya, tidak ada tes khusus yang bisa mendiagnosis keberadaan cerebral palsy sejak dalam kandungan. Artinya, penyakit ini tidak bisa dideteksi atau dikenali selama kehamilan, tetapi perawatan yang tepat selama kehamilan bisa membantu mengurangi dampak negatif risiko dari kelainan ini.
Cerebral palsy dapat membutuhkan waktu untuk menunjukkan gejalanya. Bayi yang mengidap kelainan ini memiliki kekakuan otot dan sering kejang. Tanda lain yang perlu diwaspadai, seperti:
Balita dengan lumpuh otak mungkin tidak mencapai tonggak normal seperti berjalan di usianya yang menginjak 18 bulan, dan berbicara dengan kalimat sederhana pada usia 3 tahun. Biasanya, untuk bayi hingga usia 5 bulan, diperlukan pemeriksaan berkaitan dengan penilaian gerakan umum untuk mendeteksi adanya kelainan ini. Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan MRI atau CT scan.
Sayangnya belum ada cara pencegahan untuk melindungi anak dari kejadian kelumpuhan otak ini. Walaupun begitu pemeriksaan kandungan rutin sangat berperan dalam menangkap potensi komplikasi kehamilan yang memengaruhi perkembangan anak ketika dalam kandungan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah vaksin sebelum program hamil, menghindari konsumsi alkohol dan merokok, menghindari paparan virus yang memengaruhi kesehatan janin, dan mengendalikan masalah medis yang menyertainya.
Ini sangat penting, mengingat hamil merupakan kondisi yang sangat krusial, ketika bayi sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan di dalam janin.
Sumber : halodoc.com


Alhamdulillah, kegiatan pelatihan sosial Lifesaver bagi jamaah masjid & komunitas sosial yang diselenggarakan IMANI Care diterbitkan sebagai publikasi ilmiah di jurnal

Musibah terjadi di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Pada akhir Bulan Sepember ditemukan banyak kasus positif Covid-19 yang beredar di kalangan santri Husnul Khotimah. Sehingga banyak santri yang harus diisolasi di dalam pondok pesantren. IMANI Care turut serta membantu petugas medis di ponpes tersebut. Bersama ISLAH HK 12, IMANI Care menyalurkan bantuan berupa Hazmat Suite, Surgical Mask, dan Masker N95 8210 untuk tenaga medis yang merawat pasien yang terkonfirmasi positif covid dan akan isolasi di pondok pesantren.

Alhamdulillah IMANI Care berkesempatan untuk menyalurkan bantuan berupa masker N95 bantuan dari IMARET Malaysia dan Masker bedah untuk tenaga kesehatan di RSU Permata Hati Klungkung, Bali. Senin 28 September kiriman telah diterima dan dibagikan kepada tenaga medis sebagai Alat perlindungan diri melawan corona virus yang saat ini menyebar luas.
Terima kasih banyak kepada seluruh donatur, relawan, IMARET dan pihak pihak lain yang turut membantu pendistribusian masker kepada tenaga-tenaga kesehatan untuk berjuang mengobati pasien yang terkena covid-19
Rekening Donasi
Bank Syariah Mandiri
74141 741 77
An. IMANI Lifesaver Indonesia
Konfirmasi 081221822366

Selamat Hari Lansia Internasional! Ya, hari ini, Kamis (1/10/2020), warga dunia termasuk Indonesia memperingati Hari Lansia Internasional.
Jaga Kesehatan Lansia, Cegah Covid-19
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri, Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer memberikan implementasi 5 Cukup sebagai kunci utama lansia tetap sehat selama pandemi Covid-19.
1. Cukup asupan gizi
Asupan minum harian juga perlu diperhatikan oleh keluarga karena terdapat penurunan persepsi rasa haus pada lansia.
Lansia menjadi kurang minum karena merasa tidak haus.
Oleh karena itu, keluarga perlu memberikan pengertian agar lansia tetap minum meskipun tidak merasa haus dan menjelaskan jumlah air minum sesuai kebutuhan harian.
“Sekitar 30 mililiter per kilogram berat badan per hari pada lansia yang secara medis tidak perlu melakukan pembatasan asupan cairan akibat penyakit ginjal atau jantung atau penyakit dengan kecenderungan kelebihan cairan lainnya,” jelasnya.
2. Cukup aktivitas fisik
Meski tidak dapat leluasa beraktivitas di luar rumah, tetap lakukan latihan jasmani secara rutin di rumah.
Latihan jasmani juga dapat dilakukan bersama-sama dengan teman sesama kelompok olahraga atau kelompok senam seminat secara virtual.
3. Cukup tidur
Upayakan lansia dapat cukup beristirahat, serta mencapai kualitas dan kuantitas tidur yang cukup, yaitu sekitar 6 hingga 8 jam sehari atau lebih.
4. Cukup persediaan
Pastikan ketersediaan obat-obatan rutin dan barang kebutuhan sehari-hari di rumah.
Pembelian dapat dibantu oleh keluarga atau pelaku rawat atau dipesan secara online.
5. Cukup perhatian
Perhatian dari lingkungan sekitar terutama keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia.
Keluarga merupakan sumber penting kasih sayang, motivasi atau semangat, bantuan, dan interaksi sosial.

Setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan rutin ini sebagai pengingat kepada masyarakat Indonesia bahwa Pancasila adalah jalan pikiran dan dasar falsafah hidup bangsa Indonesia

enyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Luwu Utara
IMANI Care bersama dengan BSMI Luwu Utara menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai untuk anak-anak dan pembangunan MCK yang berada di Klinik Lapangan BSMI Desa Meli Blok C, Luwu Utara.
Terima kasih kepada para donatur & relawan yang telah membantu para korban banjir bandang di Luwu Utara.
Rekening Donasi Kegiatan
Bank Syariah Mandiri
7414174177
An IMANI Lifesaver Indonesia
Konfirmasi ke 081221822366